Sabtu, 12 November 2011

MORSE
Ada banyak cara untuk cepat menghafalkan sandi morse yang sudah diperkenalkan. Namun kali ini penulis akan coba menawarkan sebuah cara yang menurut penulis mudah sekali untuk menghafalkan sandi morse dengan cepat.
    Bagaimana cara yang mudah untuk mengahafalkan sandi morse yaitu dengan mengubah tanda sandi morse tersebut menjadi kata-kata yang tentunya mudah dihafalkan. Dalam contoh berikut kita akan mengubah tanda “-” (strip) pada sandi morse dengan lafal huruf vokal O. Sedangkan tanda “.” (titik) pada sandi morse diganti dengan lafal huruf vokal lain (selain huruf O).
Contoh:
   Misalnya huruf “D” pada sandi morse dilambangkan dengan “-..” (strip-titik-titik). Kita pilih kata yang suku katanya terdiri dari vokal O – bukan O – bukan O, misalnya kita pilih kata DOMINAN. DO memiliki vokal O jadi mewakili tanda “-” (strip) pada sandi morse. MI dan NAN memiliki vokal I dan A (bukan O) mewakili tanda “.” dan “.” (titik-titik).
Contoh lain misalnya huruf “U” pada sandi morse dilambangkan “..-” (titik-titik-strip). Kita pilih kata yang terdiri dari vokal bukan O – bukan O – vokal O, misalnya kita pilih kata UNESCO. Suku kata U dan NES memiliki vokal U dan E (bukan O) mewakili tanda “.” dan “.”. Sedang suku kata CO memiliki vokal O mewakili tanda “-” (strip).Berikut contoh kata-kata yang melambangkan setiap huruf pada sandi morse, para pembaca dapat mengganti kata-kata asal tetap mewakili huruf pada sandi morse sesuai aturan di atas.
A : ANO            . -
B : BONAPARTE        - . . .
C : COBA COBA        - . – .
D : DOMINAN        - . .
E : EGG            .
F : FATHER JOHAN    . . – .
G : GOLONGAN        - – .
H : HIMALAYA       . . . .
I : ISLAM        . .
J : JAGO LORO         . – - -
K : KOMANDO        - . -
L : LEMONADE        . – . .
M : MOTOR        - -
N : NOTES        - .
O : OTOMO        - – -
P : PERTOLONGAN    . – - .
Q : QOMOKARO    - – . -
R : RASOHE        . – .
S : SAHARA        . . .
T : TONG        -
U : UNESCO        . . -
V : VERSIKARO        . . . -
W : WINOTO        . – -
X : XOXENDERO        - . . -
Y : YOSIMOTO        - . – -
Z : ZOROASTER        - – . .
Itu sedikit trik untuk menghafal sandi morse, semoga bermanfaat bagi kakak-kakak pembina dan atau adik-adik Pramuka semua. Terimakasih. (Blaster)


Morse

Morse merupakan kode sandi yang terdiri dari Setrip ( - ) dan titik ( . )
Morse diciptakan oleh Samuel F.B Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.


Dalam prakteknya Morse dapat disampaikan dengan beberapa cara
pertama dengan peluit,
untuk metode peluit ,titik ( . ) disampaikan dengan meniup peluit pendek dan setrip disampaikan dengan meniup peluit dengan durasi panjang.
Kedua dengan menggunakan tongkat
untuk metode ini titik disampaikan dengan menggerakkan tongkat 45 - 90 derajat, dan untuk setrip disampaikan dengan menggerakkan tongkat 180 derajat
Cahaya atau center
metode ini digunakan jika keadaan gelap. Untuk titik disampaikan dengan menyalakan senter dengan durasi pendek, dan untuk setrip disampaikan dengan menyalakan senter dengan durasi yang panjang.

adapun bentuk sandi morse adalah sebagai berikut :

Cara mudah mempelajari Morse adalah dengan membagi tipe kode, antara lain

a. Huruf yang terdiri dari titik

E : .
I : ..
S : …
H : ….


b. Huruf yang terdiri dari setrip ( - )
T : -
M : - -
O : - - -

c.Huruf yang berlawanan
A : .- berlawanan dengan N : -.
U : ..- berlawanan dengan D : -..
V : ...- berlawanan dengan B : -...
W : .- - berlawanan dengan G : - -.


d.huruf yang bertolak belakang
K : -.- bertolak belakang dengan R : .-.
Y : - .- - bertolak belakang dengan L : .-..
P : .- -. bertolak belakang dengan X : -..-
Q : - -.- bertolak belakang dengan F : ..-.

e. Huruf istimewa
C : -.-. J : .- - - Z : - - .. 

Semoga bermanfaat.
Hubungi Trisula, bagi temen-temen pramuka yang ingin tambah2 temen. Atau Add Luzer sebagai kawanmu di facebook.

Jumat, 12 Agustus 2011


ABSTRAKSI
PENGARUH KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU, TERHADAP AKTIFITAS BELAJAR SISWA DI SDN KRANJINGAN 05 KECAMATAN SUMBERSARI - KABUPATEN JEMBER. TAHUN PELAJARAN 2010-2011
Oleh:
Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Ketrampilan Dasar Mengajar Guru, Terhadap Aktifitas Belajar Siswa Di SDN Kranjingan 05 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Tahun Pelajaran 2010-2011.
Seorang anak dalam menuju kedewasaan tentu mengalami berbagai hambatan serta rintangan, sehingga masalah tersebut memerlukan dorongan untuk meningkatkan prestasinya, baik ketrampilan dari dalam ataupun yang datang dari luar diri anak. Untuk mencapai suatu kemajuan yang berupa perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu, hal itu memerlukan suatu ketrampilan atau dororngan dari orang lain, baik dari guru, orang tua, sahabat dan lain sebagainya. Semua orang yang ada di lingkungannya dapat merubah situasi pemikiran anak itu sendiri.
Dari uraian latar belakang tersebut, maka tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Ketrampilan Dasar Mengajar Guru, Terhadap Aktifitas Belajar Siswa Di SDN Kranjingan 05 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Tahun Pelajaran 2010-2011. Dan yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan skripsi ini adalah seberapa besar Pengaruh Ketrampilan Dasar Mengajar Guru, Terhadap Aktifitas Belajar Siswa Di SDN Kranjingan 05 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Tahun Pelajaran 2010-2011.
Untuk memecahkan masalah tersebut maka dalam penelitian ini digunakan dua pendekatan ilmiyah, yaitu: pendekatan teoritis dan pendekatan operasional praktis. Pendekatan teoritis berdasarkan kejian teori yang memuat pendapat dari para ahli khususnya para ahli pendidikan. Sedangkan pendekatan operasional praktis terjun langsung di lapangan untuk memperoleh data dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu: metode observasi, angket interview, dan dokumenter. Dan pengambilan sampel menggunakan tehnik Stratifiet Proportional Random Sampling dengan cara undian dan informasi diperoleh dari lembaga. Setelah data terkumpul, dianalisis dengan rumus Chi Kwadrat. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa  Pengaruh Ketrampilan Dasar Mengajar Guru, dalam meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa Di SDN Kranjingan 05 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Tahun Pelajaran 2010-2011dengan peranan positif rendah. Hal ini berarti semakin tinggi frekuensi ketrampilan dasar mengajar guru, maka aktifitas belajar siswa semakin meningkat.